Sabtu, 23 November 2013

PENANTIAN SEBUAH KEABADIAN DIANTARA CINTA DAN KEBUTAAN

Hidup hakikatnya adalah menunggu, seorang ibu di saat hamil menunggu kehadiran seorang anak, seorang anak menunggu beranjak remaja, seorang remaja menunggu untuk dewasa, dan seorang dewasa nenunggu menjadi tua, hal ini adalah ukuran dari penantian setiap jenjang kehidupan.

Anak yang sekolah di Taman Kanak-kanak (TK) menunggu untuk Sekolah Dasar (SD), anak Sekolah Dasar (SD) mengharapkan untuk SMP, anak SMP menanti SMA, dan Anak SMA nenanti duduk di bangku Kuliahan. Itulah tarap penantian dalam sebuah jenjang pendidikan.

Terkadang kita lupa, terkadang kita khilaf, dan terkadang kita acuh dengan suatu hal yang seharusnya menjadi penantian yang paling abadi, yaitu KEMATIAN. Kematian tidak menunggu, kematian tidak menanti, dan kematian tidak kompromi. Berapa umur kita, sedang apakah kita, dimana kita berada kalau KEMATIAN sudah dekat kita tidak akan bisa mengelak, karena Maut tidak akan terlewat walaupun sedetikpun.

Diantara sebuah penantian keabadian akan kebutaan yang terkadang menggelapkan mata batin kita, terkadang kita terlupa ada keabadian cinta yang seharusnya menjadi pertahanan kita yaitu cinta kepada yang Maha Kuasa.

Dengan kerendahan hati, dengan keterbatasan jiwa, dan dengan menundukkan pandangan. Kita berusaha untuk mengingat apa itu Penantian keabadian yang disebut dengan KEMATIAN . tidak pandang usia kita, tidak pandang jenjang karir kita, dan tidak pandang siapa kita. Diantara semua itulah kita selipkan Penantian Keabadian yang sering kita abaikan yatu KEMATIAN.

“CINTA akan KEMATIAN Menjanjikan sebuah HARAPAN dan KEBUTAAN akan KEMATIAN menjanjikan sebuah KEKOSONGAN”.

Goresan PENA-ku, 24/11/2013 01:18 WITA